“Budaya adalah ingatan kolektif sebuah bangsa. Ketika budaya dihargai, bangsa akan mengenal dirinya. Ketika budaya dilupakan, bangsa perlahan kehilangan arah. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sindang Kasih Majalengka yang telah menggagas pagelaran budaya dan pentas seni Roro Jonggrang. Ini bukan sekadar pementasan cerita rakyat, tetapi ikhtiar akademik untuk menghidupkan kembali nilai-nilai warisan budaya Nusantara,” ujar Arip.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Nining Widianingsih, S.IP., menyampaikan bahwa pementasan drama berbasis cerita rakyat merupakan kegiatan positif yang patut terus dikembangkan.
Ia menilai kegiatan tersebut mampu memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut melestarikannya. Selain itu, Majalengka memiliki lebih dari 50 destinasi wisata serta beragam potensi budaya yang perlu terus dipromosikan melalui dunia pendidikan.
Mewakili Rektor Universitas Sindang Kasih Majalengka, Wakil Rektor I Drs. Aceng Jaelani, M.Ag., memberikan apresiasi atas kesungguhan mahasiswa PBSI dari kelas reguler, online, maupun program RPL dalam menyiapkan pagelaran drama tersebut.
Menurutnya, pementasan Roro Jonggrang membuktikan mahasiswa tidak hanya memahami teori drama, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya dalam praktik nyata sekaligus memperdalam pemahaman terhadap budaya Nusantara.
“Melalui pagelaran drama Roro Jonggrang ini, para mahasiswa bukan hanya menguasai teori tentang drama tetapi juga mengetahui budaya Nusantara. Indonesia sebagai negara yang kaya dengan budaya dan seni dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan bakatnya di dunia seni peran sehingga bermanfaat bagi masa depan mereka,” kata Aceng Jaelani. (****)












