Universitas Subang Lepas 739 Mahasiswa KKNM, Bawa Semangat Pengabdian Berbasis Kearifan Lokal

SUBANG. pesanjabar.com — Universitas Subang (Unsub) secara resmi melepas sebanyak 739 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) “Kampus Berdampak” Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi serah terima dan pelepasan dilaksanakan di Auditorium Lantai 2 Kampus 1 Universitas Subang, Selasa (14/7), sebagai penanda dimulainya kegiatan pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah Kabupaten Subang.

Program KKNM tahun ini mengangkat tema “Mewujudkan Kampus Berdampak melalui Pengabdian Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Bersama Rakyat Menuju Universitas Subang yang Unggul, Berprestasi, dan Bereputasi guna Mendukung Subang Ngabret.” Tema tersebut menjadi dasar pelaksanaan pengabdian yang mengedepankan pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Para peserta berasal dari berbagai program studi dan akan ditempatkan di 29 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Tanjungsiang, Cisalak, Serangpanjang, Sagalaherang, Ciater, Kasomalang, Cijambe, Dawuan, dan Cipeundeuy. Desa-desa yang menjadi lokasi KKNM meliputi Lengkong, Sawangan, Kosar, Cisampih, Margasari, Jambelaer, Cibuluh, Gandasoli, Buniara, Rancamanggung, Cikawung, Cimeuhmal, Mayang, Cigadong, Cupunagara, Tenjolaya, Bojongloa, Ponggang, Cintamekar, Curugagung, Leles, Sukamandi, Sanca, Cibitung, Cibeusi, Nagrak, Cikadu, Cimentang, dan Cirangkong.

Ketua Panitia Pelaksana KKNM, Dr. Hj. Silvy Sondari G, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa seluruh tahapan persiapan, mulai dari aspek teknis hingga pembekalan kepada mahasiswa, telah diselesaikan sebelum keberangkatan peserta ke lokasi masing-masing. Menurutnya, kesiapan tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan program sejak awal penugasan.

“Persiapan teknis dan pembekalan akademis bagi 739 mahasiswa telah dilakukan secara matang. Kami memastikan proses penempatan di 29 desa berjalan lancar, terstruktur, dan aman sehingga program kerja yang telah disusun dapat langsung menjawab kebutuhan riil masyarakat.”

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Subang, Dr. Dr. Ujang Charda S., S.H., M.H., M.I.P., M.A.P., menegaskan bahwa pelaksanaan KKNM-MBKM diarahkan agar menghasilkan program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta memanfaatkan potensi khas setiap daerah sebagai dasar penyusunan kegiatan pengabdian.

“Melalui integrasi KKNM-MBKM 2026, LPPM memastikan setiap program berangkat dari kearifan lokal masing-masing wilayah. Kami ingin pengabdian ini menghasilkan solusi nyata bagi desa sekaligus memperkuat reputasi akademik Universitas Subang.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Universitas Subang, Dr. Ahmad Sobar, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Subang atas sinergi yang selama ini terjalin. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama di tengah perkembangan sektor industri di Kabupaten Subang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Subang atas kerja sama yang terus terjalin. Seiring berkembangnya kawasan industri di Subang, kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal menjadi sangat penting. Kepada mahasiswa, jadilah teladan, jaga etika, nama baik almamater, dan tinggalkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *