Status Darurat Banjir Dicabut, Subang Masuk Fase Transisi Pemulihan

PILIHAN CAPTION Pemerintah Kabupaten Subang resmi mencabut status tanggap darurat banjir Pantura dan memasuki fase pemulihan, dengan fokus pada pertanian, tanggul, dan infrastruktur terdampak.

Dari sektor perikanan, dampak dirasakan oleh nelayan akibat cuaca ekstrem serta petambak di wilayah pesisir Sukasari, Legonkulon, dan Pusakanegara. Pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan benih dan perbaikan saluran ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, termasuk pendataan perahu nelayan terdampak.

Paparan Dinas PUPR menyebutkan banjir Pantura berkaitan dengan kondisi Sungai Cipunagara yang menerima suplai dari beberapa sungai besar, diperparah oleh penyempitan saluran, pendangkalan, penumpukan sampah, serta bangunan liar di sempadan sungai. Sejumlah tanggul juga dilaporkan menipis dan mengalami kebocoran sehingga aliran air tidak berjalan normal saat debit meningkat. PUPR telah menyusun rencana normalisasi sungai, penertiban bangunan liar, pembangunan embung, dan penguatan tanggul secara bertahap.

Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana Abdurrahman mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan menilai penanganan banjir berjalan baik dengan minim keluhan masyarakat. Ia mendorong agar lahan pertanian di wilayah rawan masuk dalam skema asuransi guna meminimalkan risiko kerugian di masa mendatang.

Menutup rapat, Bupati Subang menyampaikan terima kasih kepada seluruh OPD, TNI–Polri, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat atas sinergi selama masa tanggap darurat. Ia menegaskan, meski status darurat telah dicabut, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tetap harus dijaga. (**)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *