SMK Karnas Kadipaten Tingkatkan Kompetensi Guru, Perkuat Literasi dan Numerasi

SAE/PESANJABAR
‎TINGKATKAN KOMPETENSI. SMK Karya Nasional (Karnas) Kadipaten berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dengan menghadirkan salahsatu dosen Universitas Sindang Kasih Majalengka, Dr Lanlan Muhria, M.Pd, Senin (12/10/2026).

Sementara itu, Nizar Maulana Madani, S.Pd., dari bidang kesiswaan, menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan di lingkungan sekolah.

Ia menilai nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik oleh guru maupun peserta didik.

“Penguatan karakter tidak cukup dilakukan melalui nasihat. Nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai harus terlihat dalam kebiasaan sehari-hari. Guru memiliki peran penting untuk memberikan keteladanan sehingga nilai-nilai tersebut dapat tumbuh dalam budaya sekolah,” tutur Nizar.

Aspek kesiapan kerja juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Hamay Hamdani, S.Pd., MOS, dari bidang hubungan masyarakat dan Bursa Kerja Khusus (BKK), menegaskan bahwa lulusan SMK perlu memiliki keseimbangan antara keterampilan teknis dan kemampuan nonteknis.

Menurutnya, dunia usaha dan dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu memahami instruksi, mengolah informasi, berkomunikasi, bekerja sama, serta menjunjung tinggi etika profesional.

“Lulusan SMK perlu memiliki keterampilan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama. Karakter profesional juga menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja. Karena itu, penguatan kompetensi guru perlu mendukung pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ungkap Hamay.

Kegiatan peningkatan kompetensi tersebut mencakup lima sasaran, yakni memperkuat pemahaman guru mengenai peran literasi dan numerasi dalam profesionalisme, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat integritas serta etika profesional, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan diri, dan menyusun rencana tindak lanjut.

Lanlan menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan profesional guru perlu diukur melalui penerapan hasil kegiatan dalam proses pembelajaran. Karena itu, refleksi, evaluasi, dan perencanaan perbaikan menjadi bagian penting agar peningkatan kompetensi memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, SMK Karya Nasional Kadipaten diharapkan semakin memperkuat budaya belajar dan pengembangan profesional pendidik secara berkelanjutan. Integrasi literasi, numerasi, dan karakter diharapkan menjadi bagian dari praktik pembelajaran untuk membentuk lulusan yang memiliki keterampilan, kemampuan bernalar, integritas, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja. (****)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *