Indikator kedua adalah sukses penyelenggaraan. Sebagai tuan rumah, Kota Bogor dituntut mampu memberikan kesan positif kepada seluruh peserta. Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana olahraga, termasuk peningkatan aksesibilitas menuju lokasi pertandingan.
Salah satu venue yang disiapkan adalah kawasan Green Forest di Pamoyanan. Pemkot Bogor juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan pembangunan trase baru Batutulis agar dapat digunakan sebelum pelaksanaan Porprov.
Sementara itu, indikator ketiga adalah sukses prestasi. Kota Bogor menargetkan perolehan 100 medali emas dalam ajang tersebut. Dedie Rachim optimistis target tersebut dapat dicapai dengan semangat dan kerja keras seluruh atlet.
“Saya yakin kita mampu bersaing dan memberikan kebanggaan bagi Kota Bogor,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua Kontingen, Jenal Mutaqin, menyebutkan bahwa para atlet saat ini menjalani latihan intensif dengan jadwal yang padat.
Ia menambahkan, sejumlah atlet juga telah mengikuti try in dan try out, bahkan ada yang berhasil meraih prestasi di tingkat internasional. Hal tersebut menjadi indikator kesiapan Kota Bogor dalam menghadapi Porprov.
Dengan perkembangan tersebut, Jenal Mutaqin optimistis kontingen Kota Bogor mampu meraih prestasi maksimal pada ajang Porprov Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. (****)












