Sehari berikutnya, Ega Anjani bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Subang menghadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional yang mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Acara tersebut dihadiri Pelindung TP PKK, Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, Ketua TP PKK Provinsi, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia, serta para tamu undangan lainnya.
Selain seremoni, peringatan HKG PKK ke-54 juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pameran UMKM, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemecahan Rekor MURI melalui gerakan minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) secara serentak bagi ibu hamil.
Ega menegaskan bahwa HKG PKK menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi, serta meningkatkan komitmen kader PKK dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK di seluruh Indonesia.
“Pertemuan nasional ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi seluruh kader PKK untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi. Kami berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut sehingga PKK semakin berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita melalui pembangunan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Dari keluarga yang kuat, kita dapat mewujudkan masyarakat yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ega.
Ia menjelaskan, berbagai pengalaman dan inovasi yang diperoleh selama kegiatan nasional akan menjadi referensi dalam memperkuat program pemberdayaan keluarga di Kabupaten Subang.
Menurutnya, penguatan 10 Program Pokok PKK diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, mengentaskan kemiskinan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam dua agenda nasional tersebut, Dekranasda dan TP PKK Kabupaten Subang optimistis mampu memperkuat sinergi dengan berbagai daerah, meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (**)








