Bupati menambahkan bahwa peningkatan aktivitas Pramuka diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak di tengah arus informasi digital yang sulit dikendalikan. Namun, pendekatan ini juga dinilai perlu disertai strategi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Garut, Ade Hendarsyah, menyebut Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal yang strategis dalam mencetak sumber daya manusia berkarakter Pancasila. Ia juga memaparkan rencana pelaksanaan lomba kecakapan hidup (life skill) untuk siswa tingkat SD dan SMP sebagai tindak lanjut arahan Bupati.
Meski berbagai program telah disiapkan, efektivitasnya dalam membentuk karakter generasi muda masih menjadi tantangan tersendiri. Tanpa evaluasi berkelanjutan dan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, upaya penguatan karakter melalui Pramuka dikhawatirkan belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi anak-anak di era digital. (****)







