Agama  

Peran Intelektual dalam Islam: Dari Ulama hingga Ulil Albab

SAE/PESANJABAR
Peran Intelektual dalam Islam: Dari Ulama hingga Ulil Albab

JAKARTA, Pesanjabar.com—Dalam tradisi intelektual Islam dikenal sejumlah istilah untuk mengelompokkan orang-orang berilmu, seperti ulama, ulil albab, hingga ar rasikhuna fil ilmi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa meskipun istilah ulama sering dikaitkan dengan kesalehan, secara makna sebenarnya merujuk pada siapa saja yang memiliki ilmu.

Selain itu, terdapat kategori ulil albab, yaitu individu yang memiliki kedalaman hati, yang di dalamnya terdapat perpaduan antara kekuatan berpikir dan kekuatan spiritual—yakni integrasi intelektualitas dan keimanan yang tinggi.

“Jadi orang (ulil albab) itu yang mampu mengungkapkan inti dari sesuatu dan bisa menjelaskan yang tersirat dari yang tersurat,” kata Haedar Nashir pada Senin (13/4) dalam Kuliah Umum di Universitas Indonesia (UI).

Adapun ar rasikhuna fil ilmi merujuk pada sosok yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beriman secara kokoh dan mendalam. Dalam istilah populer di kalangan intelektual, posisi ini dapat disamakan dengan begawan.

Guru Besar Sosiologi tersebut menjelaskan bahwa individu dalam kategori ini mampu memahami ayat-ayat kauniah yang bersifat mutasyabihat (samar), hingga ayat-ayat muhkamat yang jelas.

“Jadi mirip-mirip seperti itu. Sarjana, intelektual, cendekia, intelegensia, kemudian sampai begawan,” ungkapnya.

Laman: 1 2

Source: muhammadiyah.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *