CIREBON.pesanjabar.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, asosiasi industri, dan pelaku usaha jasa keuangan dalam membangun budaya menabung serta
meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026.
Puncak kegiatan Hari Indonesia Menabung 2026 diselenggarakan kepada 540 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Kabupaten Cirebon, dengan mengusung semangat membangun kebiasaan menabung dan kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cirebon, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta Kepala Sekolah Rakyat.
Kegiatan juga melibatkan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia
(Perbarindo) Komisariat Cirebon beserta Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai mitra strategis dalam memperluas akses dan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Bupati Cirebon, Drs H Imron Rosadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada OJK Cirebon dan seluruh pihak yang telah menmengambil bagian dalam pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026.
Menurutnya, budaya menabung perlu ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda karena mengajarkan kedisiplinan, tanggungjawab, kemampuan menentukan prioritas, serta perencanaan masa depan.
Bupati Cirebon juga menilai Sekolah Rakyat menjadi ruang strategis dalam
membangun karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup peserta didik, termasuk kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan dukungannya terhadap penguatan sinergi bersama OJK dan industri jasa keuangan untuk memperluas edukasi dan akses keuangan kepada masyarakat,
khususnya generasi muda. ”Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita,” ujar Bupati Cirebon.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menyampaikan bahwa penguatan budaya menabung sejak usia pelajar merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan ekonomi di masa depan. Menurutnya, edukasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak agar pemahaman mengenai pentingnya menabung dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfi, SH, MH menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026 yang menjadikan pelajar sebagai
salah satu fokus utama edukasi.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mengenal dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana mereka belajar menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangannya. Karena itu, edukasi seperti ini penting untuk terus diperkuat sejak lingkungan sekolah,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%, meningkat dari 66,64% pada 2025, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%, meningkat dari 92,74% pada 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, namun tetap perlu diiringi penguatan perilaku keuangan yang sehat agar masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Menurur Agus Muntholib, Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya secara finansial. OJK Cirebon terus mendorong edukasi keuangan yang konsisten dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, termasuk melalui penguatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), program inklusi keuangan bagi pelajar, serta pengembangan budaya menabung dan kepemilikan rekening sejak usia sekolah. Menurutnya, pembentukan kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya mendukung inklusi keuangan, tetapi juga membantu anak belajar mengelola kebutuhan dan keinginan serta mempersiapkan masa depan.
“Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan,” ujarnya. (**)
