Nostalgia Kolektif di Festival Loakarta 2025, Yogyakarta Kembali ke Era 70–90-an

jogjakota.go.id/PESANJABAR
Festival yang berlangsung 18–22 Oktober 2025, mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB ini, menampilkan 200 pedagang barang antik dan loak.

Selain bazar barang antik, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan tematik dan aktivitas interaktif, seperti bioskop jadul, panggung rakyat, podcast antik, hingga zona game retro. Veronica menambahkan, konsep ini dirancang agar pasar rakyat tampil lebih menarik bagi generasi muda.
“Pasar rakyat bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga destinasi wisata dan budaya. Kami optimistis Festival Loakarta akan memperkuat citra Pasar Klithikan sebagai pusat belanja alternatif di Yogyakarta,” ujarnya.

Sejak hari pertama, area festival dipadati pengunjung dari berbagai kalangan — mulai dari kolektor barang antik, komunitas vintage, hingga anak muda yang penasaran dengan suasana tempo dulu.

Salah satu pengunjung, Lusiana, mengaku datang khusus untuk mencari kaset pita lawas.
“Aku dulu suka banget dengar musik dari kaset. Senang rasanya bisa menemukan lagi di sini, suasananya juga bikin nostalgia,” katanya. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar karena menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding pusat perbelanjaan modern.

Festival Loakarta 2025 tak hanya menghidupkan kembali kenangan masa lalu, tetapi juga menegaskan bahwa pasar tradisional dapat menjadi ruang kreatif, wisata budaya, sekaligus penggerak ekonomi rakyat. (**)

Laman: 1 2

Source: jogjakota.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *