“Kehadiran Bapak Presiden melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan rangkaian permusyawaratan menjelang Muktamar yang akan dilaksanakan pada 1 hingga 5 Agustus mendatang,” ujar Gus Yahya.
Ia menegaskan bahwa NU akan terus menjaga komitmennya dalam merawat bangsa dan negara. Menurutnya, para kiai, pemimpin, dan kader NU merupakan bagian dari rakyat yang setia kepada negara.
“Bersama Bapak saat ini hadir para kiai, para pemimpin NU, dan kader-kader NU. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara,” katanya.
Gus Yahya juga menegaskan kesiapan warga NU untuk terus berjuang dan berkorban demi kepentingan bangsa. Menurutnya, optimisme harus terus dijaga dengan iman yang kuat dan perjuangan yang istiqamah.
Menutup sambutannya, Gus Yahya mengutip firman Allah SWT, Nasrun minallah wa fathun qarib yang berarti pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat.
“Janji Allah tidak akan meleset. Selama kita teguh dalam iman, pertolongan Allah tidak akan meleset,” pungkasnya. (**)












