Ibrahim juga menegaskan bahwa Pemuda PERSIS kini mengedepankan pendekatan dakwah yang inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk menghadapi radikalisme dan Islamofobia di ruang digital. Dalam konteks ini, organisasi memperkuat kerja sama dengan Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai bagian dari dukungan terhadap konsep Polri Presisi, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kontribusi sosial organisasi tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu contohnya adalah program pembangunan Rumah Baca di Adonara, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi hasil kolaborasi lintas lembaga.
Menjelang akhir masa jabatannya, Ibrahim menyampaikan pesan kepada generasi penerus agar pengembangan organisasi ke depan berbasis pada data yang terukur. Ia juga menekankan pentingnya memegang prinsip istiqamah, yaitu konsistensi dalam perjuangan, serta ta’awun, yakni semangat kolaborasi.
Ia menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa perjuangan Pemuda PERSIS merupakan proses panjang dalam membangun peradaban, yang harus dijalani dengan kebersamaan demi menghadirkan nilai-nilai Islam bagi masyarakat luas. (****)












