Tak hanya itu, HNW meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada seluruh siswa SDN Kalibaru 01, mengingat dampak psikologis tidak hanya dirasakan oleh korban langsung, tetapi juga oleh siswa lain yang menyaksikan kejadian tersebut.
Sebelumnya, BGN menyatakan akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) pascainsiden tersebut. Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut pihaknya terus memantau kondisi para korban serta berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan penanganan optimal.
Dadan menjelaskan, layanan MBG di SDN Kalibaru 01 telah berjalan sejak 24 Maret 2025. Namun, dalam dua hari sebelum kejadian, sopir utama berhalangan karena sakit dan digantikan oleh sopir cadangan. Meski sopir pengganti tersebut memiliki surat izin mengemudi, BGN masih mendalami faktor penyebab terjadinya kecelakaan. (**)











