Ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang akibat kelalaian, termasuk penggunaan sopir pengganti yang kurang berpengalaman, sehingga berujung pada musibah.
Selain itu, HNW mendorong peninjauan ulang prosedur keluar-masuk kendaraan distribusi MBG di lingkungan sekolah. Aspek keselamatan siswa, kata dia, harus menjadi prioritas utama, mengingat banyak sekolah memiliki keterbatasan lahan atau kontur tanah yang berisiko menimbulkan kecelakaan.
HNW juga menekankan pentingnya penegakan hukum atas insiden tersebut. Ia meminta aparat kepolisian memberikan sanksi tegas apabila ditemukan unsur kelalaian, baik kepada sopir, kernet, maupun pihak yang memberikan penugasan, guna menimbulkan efek jera.
Di sisi lain, ia turut menyampaikan doa dan harapan agar para korban mendapatkan perawatan terbaik dan segera pulih. Ia juga berharap kejadian ini tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi para siswa, baik di SDN Kalibaru 01 maupun sekolah lainnya yang mengetahui peristiwa tersebut.
HNW mengapresiasi langkah cepat pemerintah, termasuk BGN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang telah memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung selama masa perawatan. Ia juga mendukung kebijakan penghentian sementara distribusi MBG di sekolah tersebut sembari dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kendaraan dan pengemudi.
Apresiasi serupa disampaikan kepada jajaran kepolisian yang dinilai sigap menangani kejadian, mulai dari membantu korban, melakukan olah tempat kejadian perkara, hingga memeriksa dan menyelidiki pengemudi mobil MBG.











