Monev KKNM Cibuluh Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat dan Potensi Desa

Deskripsi

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menyelesaikan program yang masih dalam tahap persiapan dengan tetap memperhatikan koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Program pengelolaan sampah, misalnya, diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu, H. Dody Wahyudi Purnama, M.Pd., menekankan pentingnya mahasiswa memastikan setiap program KKNM memiliki keberlanjutan dan dapat diterapkan oleh masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.

“Program KKNM jangan hanya dilihat dari terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang bisa terus digunakan. Karena itu, setiap program perlu disiapkan dengan baik, melibatkan masyarakat, dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan Desa Cibuluh,” ujar H. Dody.

Menurutnya, program Workshop Digitalisasi dan Manajemen serta Workshop Financial Technology merupakan langkah positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi. Program tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha dan ekonomi lokal.

Ia juga memberikan perhatian terhadap program pengelolaan sampah yang masih dalam tahap persiapan. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilakukan dengan pendekatan edukatif dan melibatkan masyarakat secara langsung agar kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah membutuhkan perubahan perilaku, bukan hanya penyediaan fasilitas. Mahasiswa perlu mengajak masyarakat memahami bagaimana sampah dikelola dengan baik dan bagaimana lingkungan dapat dijaga bersama. Dengan begitu, program yang dilakukan tidak berhenti ketika KKNM selesai,” tambahnya.

H. Dody berharap mahasiswa terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program KKNM dapat berjalan sesuai kondisi dan potensi Desa Cibuluh.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKNM Desa Cibuluh mengatakan bahwa kegiatan monitoring menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus memperoleh arahan untuk menyelesaikan kegiatan yang masih dalam proses.

“Bagi kami, Monev menjadi momentum untuk melihat kembali capaian program sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Arahan dari Tim Monev akan menjadi bahan bagi kami untuk menyempurnakan kegiatan dan memastikan program yang sudah dirancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelompoknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah yang masih dijadwalkan. Mahasiswa juga akan berupaya agar program yang telah terlaksana dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Desa Cibuluh.

Program pengelolaan dan pembakaran sampah menjadi salah satu agenda yang masih harus diselesaikan. Berdasarkan paparan kelompok, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan solusi dan memfasilitasi tempat pengelolaan atau pembakaran sampah, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pelaksanaan KKNM Kelompok 1 sekaligus memastikan pengabdian mahasiswa Universitas Subang di Desa Cibuluh tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi juga mampu meninggalkan manfaat dan pengetahuan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat. (**)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *