Dalam sambutannya, Arifah menyoroti fakta bahwa lebih dari 56,6 persen perempuan usia produktif berkontribusi dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan serius terkait keamanan dan kenyamanan di tempat kerja.
“Masih banyak perempuan yang harus berjuang untuk merasa aman dan terlindungi saat bekerja,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan data laporan kekerasan yang tercatat melalui aplikasi Simfoni PPA, yaitu 1.124 laporan perempuan menjadi korban kekerasan di tempat kerja.
“Itu baru angka yang berani bersuara, yang tidak melapor jumlahnya jauh lebih banyak. Karena itu kita harus saling menguatkan,” tambahnya.
Vice President PT Evoluzione Tyres, Sigit Wibisono, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri PPPA. Ia menjelaskan bahwa RP3 telah memberikan penguatan bagi para pekerja, terutama di tengah meningkatnya kasus pelecehan seksual di sektor manufaktur.
“Edukasi rutin terus kami lakukan untuk membangun budaya saling menghormati dan menciptakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.
Sekda Subang juga mengapresiasi perusahaan yang dianggap tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga perhatian terhadap aspek kemanusiaan. Ia mendorong perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Subang untuk menerapkan program serupa.
“Kami mengajak perusahaan lain mengikuti langkah PT Evoluzione Tyres dalam membentuk RP3 yang bermanfaat bagi pekerja,” tegasnya.
Kunjungan kerja Menteri PPPA ini kemudian dilanjutkan dengan seminar bertema “Laki-Laki Peduli Perempuan dan Anak Terlindungi”, sebagai bagian dari kampanye nasional perlindungan perempuan di dunia kerja.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian PPPA, Kepala DP2KBP3A Provinsi Jawa Barat, pimpinan OPD Kabupaten Subang, jajaran manajemen PT Evoluzione Tyres, serta tamu undangan lainnya. (**)







