Lokakarya Maggot BSF Jadi Langkah KKNM Unsub Wujudkan Desa Cirangkong Masagi

"Harapan kami, ilmu yang dibagikan hari ini dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan produktif."

SAE/PESANJABAR
Mahasiswa KKNM Universitas Subang mengajak masyarakat Desa Cirangkong mengubah sampah organik menjadi peluang ekonomi melalui budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF).

Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot yang mampu mengurai limbah organik secara cepat dan efektif. Berbeda dengan lalat rumah, lalat BSF dewasa tidak mengonsumsi makanan sehingga tidak menjadi pembawa penyakit bagi manusia.

Peserta lokakarya juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan budidaya maggot, mulai dari persiapan kandang dan media, penetasan telur, pemeliharaan menggunakan pakan dari limbah organik rumah tangga, hingga proses panen yang umumnya dilakukan pada usia 14 hingga 21 hari.

Selain mampu mengurangi volume sampah organik, budidaya maggot juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Maggot segar maupun kering dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ikan, ayam, bebek, dan burung, sehingga mampu menekan biaya pakan ternak.

Sementara itu, sisa media budidaya atau kasgot (frass) dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas pertanian secara ramah lingkungan.

Kepala Desa Cirangkong, Asep Suhita, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lokakarya yang digagas mahasiswa KKNM Universitas Subang. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui budidaya maggot BSF.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *