SUBANG.pesanjabar.com – Lokakarya Paparan Program Kerja Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Subang Tahun 2026 digelar di Aula Balai Desa Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jumat (24/7/2026). Mengusung tema “Penguatan Daya Saing Produk Unggulan Olahan Singkong Desa Rancamanggung melalui Pendekatan One Village One Product (OVOP)”, kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa KKNM Kelompok 04 dalam memperkuat daya saing UMKM olahan singkong melalui pendampingan branding, digitalisasi pemasaran, legalitas usaha, dan publikasi produk.
Lokakarya yang diselenggarakan oleh Kelompok 04 KKNM Universitas Subang ini diikuti oleh 24 mahasiswa. Kegiatan menghadirkan Kepala Desa Rancamanggung K. Abas Sujana, S.E., Dosen Pembimbing Lapangan Tazkia Salsabila Ardan, S.Kom., M.Kom., PLUT KUMKM Kabupaten Subang, Tim Penggerak PKK, serta para pelaku UMKM olahan singkong seperti pabrik gaplek, pengrajin keripik singkong, hingga opak bakar.
Perwakilan mahasiswa KKNM Kelompok 04, Suciati Kania, menjelaskan bahwa tema yang diangkat merupakan hasil identifikasi terhadap potensi sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Rancamanggung.
“Kami melihat Desa Rancamanggung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Melalui program KKNM ini, kami ingin mendampingi para pelaku UMKM agar tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki identitas usaha yang kuat, mampu memanfaatkan pemasaran digital, serta memenuhi aspek legalitas sehingga produk unggulan desa dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Suciati Kania.
Ia menambahkan, program KKNM tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan masyarakat Desa Rancamanggung.
Dosen Pembimbing Lapangan, Tazkia Salsabila Ardan, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Program KKNM harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang aplikatif dan berkelanjutan. Pendampingan terhadap UMKM tidak cukup hanya pada aspek produksi, tetapi juga harus menyentuh branding, digitalisasi, hingga legalitas usaha agar memiliki daya saing yang lebih baik. Saya berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga program ini memberikan manfaat nyata bagi Desa Rancamanggung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Rancamanggung, K. Abas Sujana, S.E., menyambut baik pelaksanaan program KKNM yang berfokus pada pengembangan produk unggulan desa. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM menjadi langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami mengapresiasi tema yang diusung mahasiswa KKNM Universitas Subang karena sejalan dengan potensi yang dimiliki Desa Rancamanggung. Kami berharap pendampingan ini dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan melengkapi legalitas usahanya. Pemerintah desa siap mendukung dan memfasilitasi agar seluruh program dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Desa Rancamanggung dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi komoditas singkong yang melimpah. Berbagai usaha pengolahan singkong telah berkembang, namun sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala pada aspek branding, promosi digital, pemetaan lokasi usaha melalui Google Maps atau Google Business Profile, serta kepemilikan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKNM Universitas Subang akan melaksanakan program pendampingan selama 40 hari melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) yang berfokus pada penguatan produk unggulan desa.
Program tersebut meliputi pendataan dan pemetaan UMKM, penguatan branding melalui identitas usaha dan label produk, digitalisasi pemasaran dengan pendaftaran Google Business Profile dan penyusunan katalog digital, pelatihan serta konsultasi legalitas usaha bersama PLUT KUMKM Kabupaten Subang, hingga peluncuran Katalog Digital Produk Unggulan Desa Rancamanggung sebagai media promosi terpadu.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKNM Universitas Subang, Pemerintah Desa Rancamanggung, PLUT KUMKM Kabupaten Subang, Tim Penggerak PKK, dan para pelaku UMKM, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk olahan singkong sekaligus memperkuat implementasi konsep One Village One Product (OVOP) sebagai strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Rancamanggung. (**)









