SUBANG.pesanjabar.com – Lokakarya Awal Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Kelompok 17 Universitas Subang digelar di Aula Desa Cisampih, Kecamatan Dawuan, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan mahasiswa kepada pemerintah desa dan masyarakat sekaligus memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKNM, membangun koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menyerap masukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa Cisampih.
Lokakarya dihadiri Kepala Desa Cisampih Abun Saripudin, Sekretaris Desa, perwakilan MUI, Kepala Dusun Cinangling, Kepala Dusun Cisampih, Kepala Dusun Ciherang, jajaran PKK, tokoh agama, dan masyarakat Desa Cisampih. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Subang, dan Hymne Universitas Subang. Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKNM 17, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Kepala Desa Cisampih.
Ketua Kelompok KKNM 17 Universitas Subang, Rifki Rukman Nulhakim, mengatakan lokakarya awal menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat.
“Lokakarya awal ini menjadi langkah penting bagi kami untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan program kerja yang telah disusun selama pelaksanaan KKNM di Desa Cisampih. Kami berharap seluruh program dapat berjalan dengan baik melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat nyata sesuai kebutuhan dan potensi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ade Suparman, S.Si., M.Kom., menegaskan bahwa KKNM merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“KKNM merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Saya berharap mahasiswa Kelompok 17 dapat menjaga etika, membangun sinergi dengan seluruh elemen desa, serta melaksanakan setiap program kerja secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Cisampih, Abun Saripudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKNM Universitas Subang di wilayahnya. Ia berharap seluruh program kerja yang telah dipaparkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNM Universitas Subang di Desa Cisampih. Semoga program-program yang telah dipaparkan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pemerintah Desa siap mendukung serta bersinergi agar kegiatan KKNM ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Cisampih,” tuturnya.
Usai sambutan, perwakilan mahasiswa mempresentasikan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKNM. Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, sehingga pemerintah desa dan masyarakat dapat memberikan masukan maupun saran sebagai bahan penyempurnaan program.
Berbagai usulan yang disampaikan peserta diharapkan dapat menjadi dasar pelaksanaan program KKNM agar lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Desa Cisampih. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.

Kegiatan Lokakarya Awal KKNM Kelompok 17 Universitas Subang ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Cisampih selama KKNM Tahun 2026. (**)









