“Kami dari Pemerintah Desa Pagon tentu sangat mendukung kegiatan ini. KPM mendapatkan wawasan baru, sementara desa juga mendapatkan mitra dalam proses pemberdayaan masyarakat. Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara akademisi, pendamping PKH, pemerintah desa, dan masyarakat,” kata Arif.
Ia berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh KPM dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.
“Yang paling penting setelah kegiatan ini adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat dipraktikkan. Masyarakat semakin aktif, mandiri, dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya,” ujarnya.

Antusiasme juga terlihat dari peserta kegiatan. Ferawati Salah seorang KPM PKH Desa Pagon mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena peserta dapat berkomunikasi langsung dengan pemateri dan menyampaikan persoalan yang mereka alami.
“Biasanya kami menerima materi, tetapi dalam kegiatan ini kami bisa langsung bertanya dan menyampaikan pengalaman. Jadi lebih mudah memahami karena pembahasannya dekat dengan kehidupan kami sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan pemberdayaan seperti ini dapat kembali dilaksanakan karena memberikan tambahan pengetahuan sekaligus meningkatkan keberanian KPM untuk berkomunikasi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus ada. Banyak hal yang bisa kami pelajari, bukan hanya tentang PKH, tetapi juga bagaimana berkomunikasi, berdiskusi, dan menjadi lebih mandiri,” tambahnya.













