Komisi XI DPR RI Kunjungi OJK Cirebon, Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan Jawa Barat

SAE/PESANJABAR
Sinergi OJK dan DPR terus diperkuat demi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

CIREBON.pesanjabar.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menerima kunjungan kerja Komisi XI DPR RI dalam rangka memperkuat koordinasi, evaluasi, dan sinergi kebijakan terkait stabilitas sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen di wilayah Jawa Barat, khususnya Cirebon Raya (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), Jumat (28/11/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Komisi XI dalam memastikan implementasi kebijakan OJK di daerah berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal bersama 17 anggotsnya dan dihadiri secara langsung Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, serta Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib.

Dalam sambutannya, Inarno Djajadi menegaskan komitmen OJK dalam memperkuat peran pasar modal sebagai pilar utama pendanaan jangka panjang yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. “Pasar modal Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan menjadi sumber pendanaan yang semakin kuat bagi perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari kinerja pasar modal serta pertumbuhan dari sisi demand maupun supply. Per 24 November 2025, IHSG berada di posisi 8.570,25 dan sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami all time high hingga 20 kali. Kapitalisasi pasar juga mengalami pertumbuhan sebesar 26,96% ytd dari Rp12.336 triliun menjadi 15.662,” ujarnya.
Lanjutnya, capaian luar biasa juga terjadi dari sisi pertumbuhan jumlah investor. Per September 2025, jumlah SID mencatatkan dan melebihi target tahunan dengan bertambahnya 4,65 juta investor baru sehingga saat ini jumlah totalnya tercatat sebe tercatat sebesar 19,52 juta SID.

Capaian tersebut menegaskan bahwa pasar modal Indonesia semakin dipercaya dan menjadi sumber pendanaan produktif yang kuat bagi pembangunan nasional, termasuk bagi perusahaan dan proyek-proyek strategis nasional dan daerah.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *