Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya Sunda. Ia menegaskan bahwa kirab ini menjadi pengingat jati diri masyarakat Sunda, salah satunya melalui simbol Mahkota Binokasih.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian serta sektor pariwisata daerah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya mengembalikan kejayaan Mahkota Binokasih sebagai simbol kebesaran budaya Sunda. Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat Sumedang dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya.
Ke depan, ia berharap adanya evaluasi dan penataan yang lebih baik terhadap kesenian daerah agar dapat terus berkembang dan menjadi kekuatan budaya yang berkelanjutan.
Sumedang dipilih sebagai titik awal penyelenggaraan kirab karena secara historis menjadi tempat penyimpanan Mahkota Binokasih, simbol penting dalam sejarah Sunda.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang mengajak masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas bersama. (****)












