BEKASIKAB.pesanjabar.com – Kekeringan sawah Pebayuran menyebabkan sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare lahan pertanian di empat desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terdampak akibat pasokan air irigasi yang tidak mengalir secara optimal. Kondisi tersebut dipicu sedimentasi pada saluran irigasi yang menghambat distribusi air ke area persawahan, sehingga sebagian petani mengalami gagal tanam selama beberapa musim.
Dampak terparah dirasakan petani di Desa Karangharja yang telah mengalami gagal tanam hampir tiga musim padi berturut-turut. Persoalan serupa juga dialami petani di Desa Karangsegar dan sejumlah wilayah lainnya yang mengandalkan pasokan air dari jaringan irigasi.
Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mengapresiasi langkah Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja yang meninjau langsung kondisi saluran irigasi di wilayah tersebut pada Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas aspirasi petani yang sebelumnya disampaikan melalui audiensi.
“Ini merupakan hasil audiensi para petani. Aspirasi yang disampaikan adalah kondisi saat ini, di mana air belum bisa masuk dan mengalir ke sawah-sawah petani,” ujar Hasyim.
Menurutnya, persoalan tersebut cukup memprihatinkan karena pasokan air di wilayah hulu sebenarnya masih melimpah. Namun, air tidak mampu mengalir hingga ke Desa Karangsegar dan Desa Karangharja akibat sedimentasi yang menumpuk di sepanjang saluran irigasi.









