Pengamanan perangkat pemilihan turut menjadi perhatian utama. Seluruh peralatan yang telah didistribusikan ke desa harus disimpan di tempat yang aman dengan sistem pengamanan berlapis. Kondisi ruang penyimpanan juga perlu diperiksa guna mencegah kerusakan akibat kebocoran.
Dari sisi teknis, ketersediaan listrik menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan pemungutan suara berbasis digital. Pemkab Sumedang telah berkoordinasi dengan PT PLN untuk menjaga kestabilan pasokan listrik. Petugas PLN juga disiagakan guna mengantisipasi gangguan selama proses pemilihan berlangsung.
Berdasarkan laporan 12 posko kesiapan, seluruhnya telah menyampaikan perkembangan mengenai peralatan pemilihan, kondisi TPS, dan daftar pemilih tetap. Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan Pilkades Digital terpenuhi sebelum pencoblosan dimulai.
Dony meminta seluruh unsur terkait tetap menjaga koordinasi dan kesiapsiagaan hingga seluruh tahapan pemilihan selesai. Menurutnya, kerja sama pemerintah daerah, Forkopimda, kecamatan, desa, KPPS, dan pihak pendukung lainnya diperlukan untuk mewujudkan pemilihan yang aman dan lancar.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades Serentak Elektronik di Kabupaten Sumedang dapat berjalan sukses sekaligus menjadi pengalaman penting dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa berbasis digital pada masa mendatang. (****)













