Menurut Sudaryono, keamanan pangan dalam program MBG tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan teknis maupun operasional dapur. Program tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.
Karena itu, seluruh kepala dapur, petugas, chef, serta pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan MBG diminta menjalankan setiap prosedur operasional standar (SOP) secara disiplin.
“Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sudaryono bahkan meminta petugas yang merasa tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya untuk mengundurkan diri daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan penerima manfaat.
“Kalau merasa enggak mampu, mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan,” tegasnya.
BGN menegaskan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG akan terus diperkuat untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan dan seluruh prosedur yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BGN untuk menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh penerima manfaat. (**)














