Lebih lanjut, Maruarar menilai Hunian Wawasan Bangsa berpotensi menjadi model pengembangan perumahan masa depan, baik dari segi kualitas, konsep, maupun pola kolaborasi yang diterapkan.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyambut positif pembangunan perumahan tersebut. Ia menyebut bahwa Jawa Barat memiliki kebutuhan hunian yang tinggi, sehingga kolaborasi dengan sektor swasta menjadi langkah penting untuk mempercepat penyediaan rumah layak.
Manfaat perumahan ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu penghuni, Ajeng, mengungkapkan bahwa ia memilih tinggal di kawasan tersebut karena lokasinya strategis, dekat dengan tempat kerja suaminya, serta fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pasar, dan tempat ibadah.
Ajeng menempati rumah tipe HWB 2B dengan luas tanah 24,6 meter persegi dan bangunan 29,3 meter persegi yang memiliki dua kamar tidur. Rumah tersebut dibelinya dengan harga sekitar Rp120 juta, dengan cicilan kurang lebih Rp800 ribu per bulan selama 15 tahun.
Perumahan Hunian Wawasan Bangsa ini diharapkan dapat menjadi contoh kawasan hunian modern dan terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Barat. Melalui peresmian ini, Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (****)












