Harga Plastik Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, UMKM Subang Terhimpit

Harga Plastik Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, UMKM Subang Terhimpit

SUBANG, Pesanjabar.com – Kenaikan harga bahan baku plastik akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada berbagai sektor usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Subang. Lonjakan harga ini membuat biaya produksi meningkat dan menekan keuntungan pedagang di tingkat bawah.
Berdasarkan data Trading Economics, harga nafta sebagai bahan baku utama plastik tercatat mencapai 901,9 dolar AS per ton pada 10 April 2026. Angka tersebut naik 5,7 persen dibandingkan akhir Maret, bahkan melonjak lebih dari 50 persen sejak eskalasi konflik pada akhir Februari lalu.

Nafta digunakan dalam industri petrokimia untuk menghasilkan etilena dan propilena, yang kemudian diolah menjadi plastik jenis polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Kenaikan harga bahan baku ini turut mendorong naiknya harga produk turunannya di pasar global.

Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Subang, Irwan Ahadiat, menilai bahwa konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama terganggunya pasokan dan naiknya harga plastik di dalam negeri.

“Perang di Timur Tengah menjadi dampak utama mahalnya harga plastik. Akibatnya produksi berkurang, dan itu yang menyebabkan harga plastik naik,” ujarnya, Senin (13/04/2026).

kenaikan ini mulai dirasakan pedagang di lapangan, terutama mereka yang bergerak di usaha makanan dan minuman yang bergantung pada kemasan plastik. Kenaikan biaya bahan baku membuat modal usaha semakin besar, sementara margin keuntungan semakin menipis.

“Sekarang bahan plastik naik terus, jadi kita pedagang bingung. Modal jadi besar, tapi keuntungan malah kecil,” ujar Fahri, salah satu pedagang di kawasan Alun-alun Pagaden, Senin (13/04/2026).

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *