Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menggandeng Festo melalui penyelenggaraan Workshop Industry 4.0 Skills-1 yang dilaksanakan secara daring pada 20-21 Mei 2026.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Doddy Rahadi, menyebut perkembangan teknologi global telah mengubah lanskap industri secara signifikan sehingga pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri masa depan.
“BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis industri dan perluasan kolaborasi strategis global,” kata Doddy.
Ia menjelaskan, workshop tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai teknologi manufaktur modern, sekaligus menjadi proses penjaringan talenta terbaik Indonesia menuju kompetisi WorldSkills ASEAN 2027 pada bidang Industri 4.0.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT Festo yang berkomitmen membantu percepatan transformasi industri nasional melalui penguatan kapasitas guru dan dosen vokasi.
Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, menegaskan pembekalan otomasi cerdas dan digitalisasi manufaktur penting agar tenaga pendidik memiliki kapabilitas berstandar global.
Sementara itu, Kepala PPPVI BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, berharap para peserta mampu melakukan seleksi siswa dan mahasiswa potensial yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Indonesia dalam WorldSkills ASEAN 2027.
Pada 2025 lalu, unit pendidikan vokasi Kemenperin tercatat telah meluluskan sebanyak 5.472 lulusan kompeten yang dipersiapkan untuk mendukung penguatan daya saing industri manufaktur nasional di era digital. (**)












