Evaluasi PUG, Subang Perkuat Komitmen Pembangunan Inklusif

Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan PUG Tahun 2025 (PPE 2026) di Ruang Rapat Bupati II, Selasa (3/11/2026).

Kang Akur menjelaskan, Pemkab Subang terus memperkuat pelaksanaan PUG melalui dukungan kebijakan, kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program hingga evaluasi pembangunan.

Dari aspek kelembagaan, Kabupaten Subang telah memiliki 52 fasilitator PUG yang mengikuti dua kali bimbingan teknis perencanaan dan penganggaran responsif gender (PPRG), sebanyak 22 Focal Point PUG, serta kelompok kerja PUG yang tercatat berjumlah 52.

Menurutnya, keberadaan sumber daya tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah terhadap persoalan gender sekaligus merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan PUG tidak hanya berorientasi pada pembentukan kelembagaan maupun pemenuhan dokumen administrasi. Lebih dari itu, perspektif gender harus benar-benar diterapkan dalam kebijakan, program, dan pelayanan publik.

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi serta mengintegrasikan PUG dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi.

Sebagai gambaran capaian pembangunan, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Subang tercatat meningkat dari 92,11 pada 2024 menjadi 92,14 pada 2025. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tercatat sebesar 0,432 pada 2024 dan 0,491 pada 2025. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,05 pada 2024 menjadi 73,00 pada 2025.

“Data tersebut perlu kita cermati secara objektif dan dijadikan dasar untuk memperkuat evaluasi pembangunan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kang Akur mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas data terpilah, serta memastikan perspektif gender terintegrasi dalam setiap kebijakan, program, dan penganggaran.

Ia berharap, melalui kolaborasi dan komitmen bersama, Kabupaten Subang dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, inklusif, responsif gender, dan berkelanjutan.

)Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DP2KBP3A, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Bapperida, Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Subang, serta perwakilan camat dari tiga kecamatan. (**)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *