DPRD Subang Soroti Keluhan Lingkungan Warga Sukamelang

SAE/PESANJABAR
Oing Abdul Rahim menanggapi keluhan lingkungan warga Sukamelang di DPRD Subang, Senin (12/10/2026)

SUBANG.pesanjabar.com – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Subang, Oing Abdul Rahim, menyoroti keluhan lingkungan yang disampaikan warga Sukamelang, mulai dari penumpukan sampah hingga laporan kematian ikan yang dikhawatirkan berkaitan dengan kondisi aliran air. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama warga di DPRD Kabupaten Subang, Senin (12/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, Oing menekankan pentingnya melihat dampak keberadaan perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan secara menyeluruh. Menurutnya, penilaian terhadap aktivitas perusahaan tidak cukup hanya melihat aspek perizinan, tetapi juga perlu memperhatikan dampak yang dirasakan warga di sekitar wilayah operasionalnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kontribusi sosial untuk memenuhi kebutuhan lingkungan sekitar. Namun, manfaat tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tetapi ada kewajiban di perusahaan itu sendiri,” ujar Oing dalam audiensi.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya diharapkan memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjalankan kewajiban yang melekat pada kegiatan usahanya. Kepatuhan terhadap aturan serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Oing juga menyinggung tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Kontribusi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar perusahaan. Meski demikian, pelaksanaan CSR perlu berjalan seiring dengan pemenuhan kewajiban lain, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan yang berkaitan dengan lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, warga Sukamelang menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan yang mereka hadapi. Salah satu keluhan yang disampaikan adalah penumpukan sampah di beberapa wilayah, termasuk RW 1, RW 2, dan RW 7.
Warga mengeluhkan sampah yang terbawa aliran air, terutama ketika musim hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu saluran air dan menambah persoalan kebersihan di lingkungan permukiman.

Salah seorang warga RW 07 Sukamelang yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, persoalan sampah dan kondisi aliran air menjadi keresahan masyarakat. Ia berharap keluhan yang disampaikan dalam audiensi dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait.

“Kami berharap keluhan ini bisa ditindaklanjuti. Jangan sampai persoalan sampah dan kondisi air terus menjadi masalah bagi warga, apalagi aliran air tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan irigasi pertanian,” ujarnya.

Selain penumpukan sampah, warga juga menyampaikan laporan mengenai kematian ikan dalam jumlah besar. Persoalan tersebut menimbulkan kekhawatiran karena aliran air yang dikeluhkan turut berkaitan dengan saluran irigasi yang digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian.

Warga mempertanyakan kondisi air yang mengalir di wilayah mereka dan menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya pencemaran. Namun, penyebab kematian ikan maupun dugaan pencemaran tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Laman: 1 2

Exit mobile version