Dosen Universitas Subang Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Dorong KPM PKH Desa Pagon Lebih Berdaya

SAE/PESANJABAR
Dosen Universitas Subang melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pagon, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jumat (14/8/2026).

Pendekatan tersebut sejalan dengan rancangan program PkM yang menempatkan KPM sebagai subjek aktif perubahan sosial. Dalam proposal kegiatan, persoalan utama yang diidentifikasi meliputi masih terbatasnya pemahaman KPM terhadap PKH sebagai program pemberdayaan, lemahnya komunikasi partisipatif, serta belum optimalnya kemitraan sosial antara KPM, pendamping, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat.

Pendamping PKH Desa Pagon Juhri Zaelani, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang memberikan perspektif baru kepada KPM dalam memahami program PKH.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan KPM. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan partisipasi KPM, sehingga mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikan aspirasi dan ikut terlibat dalam proses pemberdayaan,” ujar Juhri.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendamping PKH dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kapasitas komunikasi dan pemahaman KPM.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan edukasi dilakukan secara kontekstual dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan realitas sosial masyarakat. Metode yang dikembangkan meliputi diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), dialog partisipatif, simulasi komunikasi, serta refleksi pengalaman KPM.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai tujuan, hak dan kewajiban KPM dalam PKH, kegiatan juga diarahkan untuk mendorong komunikasi dua arah antara pendamping dan KPM. Proposal PkM menargetkan forum PKH menjadi lebih partisipatif dengan indikator sedikitnya 60 persen KPM aktif berbicara dalam forum.

Program tersebut juga mendorong penguatan kemitraan sosial melalui keterlibatan KPM, pendamping PKH, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Nilai gotong royong dan musyawarah diposisikan sebagai modal sosial untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan.

Kegiatan PkM Universitas Subang ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan edukasi, tetapi dapat berlanjut melalui forum rutin PKH, khususnya Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Pendamping PKH dan pemerintah desa didorong untuk melanjutkan praktik komunikasi partisipatif dan kemitraan sosial yang telah dibangun.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pendamping PKH, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas sosial KPM, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong keluarga penerima manfaat menuju kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik. (**)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *