“Saat ini pemeriksaan hewan kurban masih dilakukan dengan peninjauan langsung ke lapak penjualan dan kandang peternak. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan stiker tanda sehat kurban,” ujar Linda, Rabu (20/5/2026).
Beberapa penyakit yang menjadi perhatian dalam pengawasan hewan kurban di antaranya penyakit mulut dan kuku (PMK), penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD), cacingan, serta penyakit hewan lainnya.
Menjelang Iduladha atau H-1 pelaksanaan kurban, petugas juga akan melakukan pemeriksaan antemortem untuk memastikan kondisi fisik hewan, usia ternak, hingga mendeteksi gejala penyakit tertentu.
Selain itu, setelah proses penyembelihan dilakukan, pemeriksaan postmortem juga akan dilaksanakan terhadap karkas, daging, dan organ dalam seperti hati, ginjal, limpa, serta paru-paru guna memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat. (**)












