SUBANG.pesanjabar.com – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Subang, salah satu organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu kesehatan reproduksi dan HIV-AIDS, menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025. Penghargaan diberikan pada Sabtu, 22 November 2025, di Gedung Bale Dahana PT Dahana Subang.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas 13 tahun komitmen PKBI Subang dalam melaksanakan program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV). Selain fokus di Subang, PKBI juga menjalankan program serupa di wilayah Purwakarta dan Karawang melalui edukasi komunitas, pendampingan kelompok rentan, layanan kesehatan reproduksi, dan upaya pengurangan stigma HIV.
Ketua PKBI Subang: “Penghargaan Ini Milik Masyarakat dan Para Relawan”
Ketua PKBI Cabang Subang, Akhmad Basuni, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk PKBI, tetapi untuk seluruh masyarakat Subang dan para relawan yang selama ini berjuang bersama kami. Selama 13 tahun, kami konsisten hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, layanan, dan pendampingan tanpa henti,” ujar Akhmad Basuni.
Ia menekankan bahwa tantangan penanggulangan HIV-AIDS masih besar, terutama dalam mengatasi stigma dan memastikan masyarakat berani melakukan tes serta mendapatkan layanan yang tepat.
“Tantangan terbesar bukan hanya pada layanan, tetapi pada keberanian masyarakat untuk memeriksakan diri dan terbuka terhadap informasi yang benar mengenai HIV-AIDS. PKBI akan terus memperkuat pendekatan komunitas agar edukasi bisa diterima lebih luas,” tambahnya.
Akhmad Basuni juga mengapresiasi dukungan Pemkab Subang dan Dinas Kesehatan yang terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Ia berharap penghargaan ini dapat meningkatkan semangat generasi muda dan kader kesehatan untuk terlibat dalam isu HIV-AIDS.
“PKBI tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, puskesmas, kader, dan masyarakat adalah kunci. Kami siap melanjutkan pengabdian ini untuk Subang yang lebih sehat, inklusif, dan bebas stigma,” tuturnya.












