Dari Ekoenzim hingga Insinerator, Kelompok 9 KKNM Universitas Subang Kelola Sampah di Cupunagara

SAE/PESANJABAR
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Universitas Subang memantau pelaksanaan KKNM-Kampus Berdampak Kelompok 9 di Posko KKNM Dusun Sukamanah, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Senin (17/8/2026).

DPL: Program Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Maulana Rahman, S.T., M.T., menilai program yang dijalankan Kelompok 9 memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat Dusun Sukamanah, khususnya dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa perlu terus menjaga komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, RT/RW, sekolah, serta warga agar setiap program dapat berjalan secara kolaboratif.

“Kami terus mendorong mahasiswa agar mampu menjalankan program sesuai kebutuhan masyarakat. Yang terpenting bukan hanya pelaksanaan kegiatan, tetapi bagaimana mahasiswa dapat membangun kolaborasi dengan masyarakat sehingga program memiliki manfaat dan peluang untuk berkelanjutan,” demikian komentar yang dapat digunakan dari DPL.

Maulana juga menekankan pentingnya evaluasi sebagai bagian dari proses perbaikan program. Masukan dari Tim Monev diharapkan dapat menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyempurnakan pelaksanaan program hingga berakhirnya masa KKNM.

Kegiatan Monev kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan diskusi mengenai capaian program, kendala di lapangan, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan program setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Monev Universitas Subang berharap KKNM-Kampus Berdampak Kelompok 9 dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Cupunagara, khususnya Dusun Sukamanah, sekaligus menjadi pengalaman akademik dan sosial bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat. (**)

Laman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *