Selain menantang diri pada jarak yang lebih jauh, Wawan juga menarik perhatian dengan kostum warna-warni yang dikenakannya. Ia menjelaskan, kostum tersebut mengusung karakter Shaun the Sheep yang dimodernisasi dengan sentuhan warna-warni agar terlihat lebih menarik dan memberikan semangat saat mengikuti kegiatan.
Namun, mengenakan kostum saat berlari menjadi tantangan tersendiri baginya. Wawan mengungkapkan bahwa hawa di dalam kostum terasa sangat panas sehingga ia membutuhkan tenaga ekstra untuk menyelesaikan rute lari.
“Sangat tantangan sekali, hawa di dalam sangat panas sekali, jadi butuh tenaga ekstra untuk sampai ke finis,” ungkapnya.
Wawan menilai penyelenggaraan Dahana Run berlangsung meriah, mulai dari seremoni pembukaan hingga hiburan yang disuguhkan. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih banyak pada tahun mendatang.
Selain menarik peserta, Dahana Run 2026 juga melibatkan 34 UMKM yang terdiri atas sejumlah UMKM binaan Dahana dan pelaku usaha yang dilibatkan melalui Pemerintah Kabupaten Subang.
Dewi mengatakan, pelibatan UMKM merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung. Ia berharap masyarakat dari luar daerah dapat mengenal makanan dan oleh-oleh khas Subang sehingga berpotensi menjadi pelanggan baru bagi pelaku usaha setempat.
“Jadi orang-orang tahu, oh di Subang itu ada makanan ini yang enak, ada oleh-oleh ini yang oke. Makanya kita mengajak Pemkab untuk kolaborasi,” katanya.
Pelaku UMKM Matcha Boy & Food, Muhammad Ilham Ramdani, menyambut baik kesempatan berjualan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam Dahana Run dapat menjadi sarana promosi agar produknya semakin dikenal masyarakat, khususnya di Kabupaten Subang.
“Kalau manfaat yang kita dapatkan itu salah satunya sebagai media promosi agar masyarakat, khususnya di Subang, bisa mengerti bahwa brand UMKM ini ada,” ujar Ilham.













