SUBANG.pesanjabar.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Subang Selatan Cabang Subang menggelar pelantikan pengurus periode 2026–2027 di Aula Kantor Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan komitmen kader dalam menjalankan roda organisasi dan mengabdi kepada masyarakat.
Pelantikan tersebut meliputi sejumlah rangkaian acara, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, menyanyikan lagu kebangsaan serta mars organisasi, hingga prosesi pelantikan, pembacaan ikrar pengurus, dan serah terima jabatan.
Ketua Umum HMI Cabang Subang, Anas Ahmad Laduni, dijadwalkan memberikan sambutan dan arahan kepada pengurus yang dilantik. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Anas Ahmad Laduni Tekankan Kerja Nyata Kader
Dalam draf pesan sambutannya, Anas Ahmad Laduni menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan HMI.
Pengurus yang baru diharapkan mampu menjaga semangat perkaderan, memperkuat intelektualitas, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kepemimpinan dalam organisasi, menurut pesan yang hendak disampaikan, bukan hanya tentang jabatan, melainkan juga tanggung jawab dan pengabdian.
Selain itu, kepengurusan baru diharapkan dapat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat tanpa meninggalkan independensi HMI sebagai organisasi mahasiswa.
Plt. Sekmat Cisalak Dorong Peran Mahasiswa
Plt. Sekretaris Kecamatan Cisalak, Eri Irwansyah , diharapkan menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Organisasi kemahasiswaan memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis, mengembangkan kapasitas generasi muda, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan sosial.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi kelompok yang kritis dalam menyampaikan gagasan, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah setempat juga menjadi salah satu peluang untuk mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.













