Ia menjelaskan, transformasi pendidikan yang terus dilakukan pemerintah, mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas perlindungan anak, serta mendukung implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah agar tidak ada anak yang tertinggal.
Hj. Masmidah juga mengapresiasi peran BBPMP Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang terus bersinergi meningkatkan mutu layanan pendidikan anak. Ia mengajak seluruh pendidik menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi, menyampaikan bahwa setiap anak berhak memperoleh awal kehidupan dan pendidikan terbaik. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak sebelum memasuki lingkungan sekolah.
“Orang tua adalah guru pertama, dan keluarga adalah sekolah pertama. Ketika keluarga memberikan kasih sayang, teladan, dan perhatian, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap belajar,” ungkapnya.
Samantha berharap komitmen yang dibangun dalam peringatan Hari Anak Nasional diwujudkan melalui langkah nyata dalam memenuhi hak-hak anak. Ia menekankan bahwa kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan generasi yang unggul.
Usai pembukaan, seluruh Bunda PAUD se-Jawa Barat mengikuti eksplorasi area bermain edukatif Petualangan Tangguh Siaga Bencana sebagai bagian dari pengenalan pembelajaran mitigasi bencana bagi anak usia dini.











