Aksi Damai 1.000 Lilin di Subang, Ojol Serukan Kedamaian dan Persatuan

Ribuan pengemudi ojek online menyalakan lilin dalam Aksi Damai 1.000 Lilin dan Do’a Bersama di Amphitheater Tugu Benteng Pancasila, Alun-Alun Kabupaten Subang, Jumat malam (28/8/2026).

“Kita berkumpul di sini untuk mendo’akan Bangsa Indonesia, khususnya untuk Kabupaten Subang, agar mendapatkan keselamatan dan keberkahan, terutama seluruh anggota paguyuban transportasi online,” ujarnya.

Ia menilai aksi damai tersebut menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi tidak harus dilakukan melalui tindakan kekerasan. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Do’a bersama ini sangat positif dan sangat kami apresiasi. Pemda akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini untuk menjaga kondusivitas. Karena kalau kondusif, pembangunan juga akan lancar, rezeki para pengemudi ojol pun akan lancar,” tutur Kang Akur.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Akur juga menyampaikan bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terhadap aspirasi komunitas pengemudi ojek online. Salah satunya melalui realisasi rumah singgah bagi pengemudi ojol.

“Alhamdulillah, sebagaimana yang dulu diminta oleh teman-teman terkait rumah singgah, Bapak Bupati sudah merealisasikannya,” katanya.

Selain rumah singgah, pemerintah daerah juga tengah memproses fasilitasi ambulans yang diharapkan dapat segera dihadirkan untuk mendukung kebutuhan para pengemudi ojek online.

Rangkaian aksi dimulai dengan iring-iringan para pengemudi ojek online mengitari wilayah Kota Subang. Setelah itu, peserta berkumpul di Amphitheater untuk mengikuti penyalaan 1.000 lilin, penampilan teatrikal kebangsaan, do’a bersama, serta sesi kebersamaan.

Puncak kegiatan ditandai dengan saling merangkul dan bergandengan tangan sebagai simbol persatuan. Para peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu “Sampai Jumpa” sebelum kegiatan ditutup dengan foto bersama.

Kang Akur berharap aksi damai tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang santun, tertib, dan tanpa kekerasan.

“Kegiatan hari ini mudah-mudahan menginspirasi masyarakat di daerah lainnya, bahwa aspirasi itu tidak harus dengan kekerasan,” pungkasnya.

Kegiatan turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, perwakilan DPRD Kabupaten Subang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta anggota Paguyuban Transportasi Online se-Subang Raya.

Dari Subang, aksi 1.000 lilin tersebut menyampaikan pesan sederhana: aspirasi dapat disuarakan dengan damai, duka dapat dipanjatkan melalui do’a, dan persatuan harus tetap dijaga untuk Indonesia yang aman, adil, dan makmur. (**)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *