Damkar Subang Edukasi Anak PAUD dan Orang Tua soal Pencegahan Kebakaran

Petugas Damkar Subang memberikan edukasi pencegahan kebakaran kepada anak PAUD, Senin (26/10/2026)

SUBANG.Pesanjabar.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Subang memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran kepada anak-anak pendidikan anak usia dini (PAUD) beserta orang tua melalui kegiatan kunjungan edukatif ke markas pemadam kebakaran. Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan profesi petugas damkar sekaligus pembelajaran keselamatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Senin (26/10/2026).

Kegiatan kunjungan tersebut diikuti anak-anak PAUD Kober Baitul Muttaqin, Kecamatan Cipunagara. Selain mengenalkan tugas pemadam kebakaran, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak melalui pengenalan alat pelindung diri (APD), perlengkapan pemadaman, hingga bermain air menggunakan fasilitas pemadam kebakaran.

Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan, Dony Suparman, menjelaskan bahwa kunjungan edukatif tersebut tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga melibatkan orang tua untuk mendapatkan pemahaman mengenai pencegahan kebakaran di lingkungan rumah.

Menurutnya, orang tua diberikan materi tentang potensi kebakaran yang dapat muncul akibat penggunaan gas LPG, korsleting listrik, serta kendaraan listrik yang kini semakin banyak digunakan masyarakat.

“Materi untuk ibu-ibu itu pertama tentang gas LPG, kedua penggunaan listrik, dan ketiga kendaraan listrik. Kami menjelaskan bagaimana mengantisipasi kebocoran LPG, apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, serta bagaimana penggunaan peralatan LPG yang aman,” jelas Dony dalam wawancara.

Dalam edukasi tersebut, petugas juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi stopkontak dan sambungan listrik di rumah. Stopkontak yang longgar atau mengeluarkan bunyi saat digunakan perlu segera diperiksa karena berpotensi menimbulkan percikan listrik dan memicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat diimbau mencabut peralatan elektronik yang tidak diperlukan ketika meninggalkan rumah dalam waktu lama, seperti televisi, kipas angin, setrika, penanak nasi, dispenser, dan pompa air. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran ketika rumah ditinggalkan untuk berlibur.

Dony menambahkan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan layanan darurat kepada orang tua. Petugas menyosialisasikan nomor 112 milik Pemerintah Kabupaten Subang yang dapat digunakan masyarakat untuk meminta bantuan dalam berbagai kondisi darurat, termasuk kebakaran dan penyelamatan.

“Untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran, semuanya gratis dan tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *