SUBANG. pesanjabar.com – Semangat membangun desa melalui inovasi kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Subang. Bertempat di GOR Balai Desa Ponggang pada Senin, 27 Juli 2026, mahasiswa KKNM memperkenalkan dua program unggulan, yakni SETARA (Setor Sampah Terpilah Untuk Desa Sejahtera) dan PRIMA (Produk Unggulan Melalui Inovasi Marketing dan Advokasi Branding) sebagai langkah nyata menjawab tantangan pengelolaan lingkungan dan pengembangan UMKM di Desa Ponggang.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua KKNM Universitas Subang Mochamad Raka Aprizal, Dosen Pembimbing Lapangan Isman Sidik, S.P., M.P., Kepala Desa Ponggang Asep Suryana, S.P., serta tokoh masyarakat, kepala dusun, RT/RW, BPD, dan Ibu-ibu PKK. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Program SETARA dan PRIMA lahir dari hasil observasi langsung mahasiswa KKNM di lapangan. Dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa pengelolaan sampah di Desa Ponggang masih memerlukan perhatian, terutama dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Di sisi lain, pelaku UMKM juga masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing produk, mulai dari aspek pemasaran, desain kemasan, hingga penguatan identitas merek.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa SETARA merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat yang mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum disetorkan ke bank sampah. Melalui program ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Sementara itu, melalui program PRIMA, mahasiswa KKNM akan mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan satu produk unggulan Desa Ponggang. Pendampingan tersebut meliputi penguatan branding, inovasi kemasan (packaging), hingga strategi pemasaran yang lebih efektif agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing yang tinggi.
Ketua KKNM Universitas Subang, Mochamad Raka Aprizal, menyampaikan bahwa kedua program tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi juga sebagai upaya membangun kebiasaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program SETARA dan PRIMA diharapkan menjadi langkah awal menuju Desa Ponggang yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu melahirkan produk-produk UMKM yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, KKNM Universitas Subang ingin meninggalkan manfaat yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan Desa Ponggang di masa mendatang. (**)






