Sosial  

MCR PKBI Jabar Luncurkan Program PIONIR, Dorong Pemuda Berani Bersuara dan Berubah

"Kenaikan IPP Jawa Barat memang memberi sinyal positif, tetapi stagnasi pada aspek pendidikan, partisipasi, dan kepemimpinan pemuda menjadi alarm keras bahwa potensi besar generasi muda kita belum dikelola secara optimal." - Denisa, MCR PKBI Jawa Barat

SAE/PESANJABAR
Suara kecil pemuda bisa menggerakkan perubahan besar. PIONIR 2025 hadir untuk membuktikannya

BANDUNG.pesanjabar.com – Pemuda merupakan kelompok strategis yang memegang peranan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Selain menjadi motor inovasi, mereka juga berperan sebagai aktor kunci dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan publik. Namun realitasnya, tingkat keterlibatan pemuda di Kota Bandung masih dinilai rendah. Minimnya partisipasi mereka dalam Musrenbang, forum konsultasi publik, uji kebijakan, hingga kegiatan reses DPRD menunjukkan bahwa ruang aspirasi publik belum sepenuhnya inklusif dan ramah bagi kelompok muda.

Kondisi tersebut tercermin dalam capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat. Pada 2024, IPP Jawa Barat memang meningkat menjadi 51,17, naik 1,5 poin dari 2022. Meski demikian, peningkatan tersebut belum merata. Dua domain yang mengalami perbaikan mencolok adalah kesehatan-kesejahteraan dan lapangan kerja, sementara aspek pendidikan, partisipasi dan kepemimpinan, serta kesetaraan gender masih stagnan. Rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi yang hanya mencapai 25,57 persen, ditambah partisipasi pemuda dalam rapat publik yang tidak sampai 5 persen, menunjukkan paradoks besar: provinsi dengan jumlah pemuda terbesar justru belum optimal dalam mengelola energi dan kontribusi generasi mudanya.

PIONIR 2025: Filosofi Pion yang Menggerakkan Perubahan

Menanggapi tantangan tersebut, Mitra Citra Remaja (MCR) PKBI Jawa Barat meluncurkan Program PIONIR 2025: Pemuda Inovatif, Inklusif, dan Responsif untuk Indonesia Maju, sebuah inisiatif penguatan kapasitas advokasi sekaligus peningkatan partisipasi bermakna pemuda dalam ruang kebijakan publik.

Laman: 1 2 3 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *