Agama  

Upacara Hari Santri 2026, Subang Apresiasi Santri Berprestasi

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Subang diisi dengan penyerahan penghargaan kepada santri dan pondok pesantren berprestasi serta pelepasan kontingen PORSADIN menuju tingkat Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Bupati Subang menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba bedah kitab Tijan Ad-Darori dalam rangka Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Subang Tahun 2026. Siti Nur Awwaliyah dari Pondok Pesantren Al-Istiqomah Tanjungsiang meraih Juara 1, disusul Dendi Adriansyah dari Pondok Pesantren Miftahul Hikmah Pagaden sebagai Juara 2, serta Nurul Afifatul Wafiyabb dari Pondok Pesantren Az-Zahra Cibatu Tanjungsiang sebagai Juara 3.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelepasan kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Subang yang akan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur. Pelepasan dilakukan oleh Kang Rey bersama Wakil Bupati Subang Kang Akur.

Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang dibacakannya, Kang Rey menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan dan pembangunan bangsa.

Ia menegaskan, penghormatan terhadap jasa para pendahulu tidak cukup dilakukan melalui upacara seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial, kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” demikian amanat Menteri Agama yang dibacakan Kang Rey.

Kang Rey juga mendorong para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berkarya. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus mendukung kemajuan daerah.

“Sebagaimana pesan yang sering kita dengar di pesantren, man jadda wajada, barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keberadaan direktorat tersebut dinilai sebagai langkah untuk memperkuat pengembangan dan pemberdayaan pesantren.

Lebih lanjut, Kang Rey mengingatkan bahwa Hari Santri merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, persatuan, dan semangat gotong royong.

Ia mengajak para santri untuk terus menjaga tradisi pesantren, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mengambil bagian dalam pembangunan menuju Indonesia Emas.

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Subang Tahun 2026 ditutup dengan Gebyar Senam Santri Subang Ngabret yang berlangsung meriah dan menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam peringatan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Rona Mairansyah, AP., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, para asisten daerah, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. (**)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *