“Pelayanan KB MKJP ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan capaian indikator sasaran Program KB Tahun 2026. Kami terus mendorong agar masyarakat, khususnya pasangan usia subur, dapat memperoleh pelayanan KB sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing,” ujar Icih.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan KB tidak terlepas dari dukungan dan sinergi antara tenaga kesehatan dengan tenaga lini lapangan serta kader yang selama ini berperan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi seluruh tenaga lini lapangan, kader dan tenaga medis yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi ini sangat penting agar informasi mengenai manfaat dan pilihan kontrasepsi dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik,” katanya.
Icuh berharap pelayanan KB MKJP dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pasangan usia subur yang mendapatkan akses terhadap kontrasepsi jangka panjang.
“Harapannya, capaian pelayanan KB di wilayah Cipunagara semakin meningkat dan masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, termasuk dalam menentukan jarak dan jumlah kelahiran,” pungkasnya.

Pelayanan IUD dan Implant tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen penguatan Program KB di tingkat wilayah melalui pelayanan yang mudah diakses, terarah, dan didukung oleh kolaborasi antara petugas lapangan, kader dan tenaga kesehatan. (**)












