Target pembangunan jalan tahun ini mencapai 92 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp230 miliar, yang seluruhnya bersumber dari kontribusi pajak masyarakat. Selain itu, perbaikan ruang kelas rusak berat senilai Rp35 miliar, serta peningkatan layanan kesehatan juga dibiayai melalui penerimaan pajak.
Bupati menegaskan pentingnya kinerja pemungutan PBB-P2 di kecamatan dan desa, serta menerapkan evaluasi berbasis capaian.
“Akhir tahun ini akan jadi bahan evaluasi untuk 2026. Biar fair,” ujarnya, sambil meminta camat membantu desa dengan capaian rendah.
Ia kembali menegaskan komitmen integritas pemerintah daerah bahwa pajak masyarakat digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik.
“Saya pastikan sepeser pun pajak tidak pernah dipakai untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Mengakhiri sambutan, Kang Rey menyampaikan optimisme pencapaian target pembangunan strategis: penyelesaian pembangunan jalan leucir pada 2027, berdirinya RS Pantura pada 2028, dan pemerataan perbaikan ruang kelas hingga 2029.
Acara Anugerah Pajak Daerah 2025 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada desa tercepat melunasi PBB-P2, wajib pajak hotel, restoran, hiburan, serta air tanah yang patuh, disertai ajakan memperkuat realisasi pajak menjelang akhir tahun. (**)












