Selanjutnya, agenda ketiga membahas penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2025. Keempat, penyusunan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan). Kelima, perubahan anggaran dasar perusahaan seiring penunjukan Bank BJB sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK).
Agenda keenam berkaitan dengan perubahan struktur direksi guna memperkuat peran teknologi informasi dalam mendukung transformasi digital. Sementara agenda ketujuh mencakup pengangkatan jajaran direksi dan dewan komisaris baru, yang akan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.
Susunan baru Dewan Komisaris antara lain dipimpin oleh Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen, bersama sejumlah komisaris lainnya. Sementara jajaran direksi dipimpin oleh Direktur Utama Ayi Subarna.












