
Sementara itu, mantan Komisaris BUMD Subang Sejahtera, Suryaman, memberikan catatan kritis terhadap rencana tersebut. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha pedagang setelah relokasi. (29/04/2026)
“Konsepnya memang baik, tetapi harus realistis. Relokasi ke gedung modern sering kali membuat pedagang kehilangan pelanggan jika tidak diiringi strategi yang tepat,” katanya.
Menurut Suryaman, perlu ada perencanaan matang terkait skema biaya, pengelolaan, serta strategi menarik pengunjung agar kawasan baru tetap hidup. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan peran BUMD dalam pengelolaan area tersebut.
“Jangan sampai bangunannya megah, tetapi kios kosong karena pedagang tidak mampu bertahan. Ini harus diantisipasi sejak awal,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kang Rey menegaskan bahwa seluruh rencana akan dikaji secara komprehensif bersama perangkat daerah dan pihak terkait agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah Subang.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan investasi dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. (**)












