Akmal Malik menggambarkan potensi besar gerakan menanam di lingkungan pendidikan.
“Jika di suatu sekolah terdapat 1.000 siswa, dan masing-masing menanam satu pohon pangan, maka sekolah tersebut bisa mencapai kemandirian pangan,” katanya.
Ia turut mendorong pemda memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia.
“Lahan bisa dimanfaatkan dengan polybag atau planter bag. Bahkan di beberapa daerah, lahan bekas tambang sudah digunakan untuk program ketahanan pangan,” tambahnya.
Dalam mendukung program tersebut, Yayasan Swantra Pangan Nusantara akan menyalurkan bantuan bibit dan pupuk bagi SLTA/sederajat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Bulog juga akan memberikan fasilitas cold storage untuk menjaga kualitas hasil pertanian.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, RD. Maman Firmansyah, S.Sos., M.Si. (**)












