Terkait pelaksanaan program MBG, Sekda meminta satuan tugas untuk mengoptimalkan sistem pemantauan yang telah dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. Seluruh sekolah dan SPPG diminta secara konsisten mengunggah menu MBG setiap hari agar pelaksanaan program dapat dipantau dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa Sumedang saat ini menjadi salah satu daerah percontohan di Jawa Barat dalam penggunaan sistem pemantauan serta pemanfaatan rantai pasok pangan lokal untuk mendukung program tersebut.
Selain itu, pada program Sekolah Rakyat, setiap kegiatan siswa dan kreativitas yang dilakukan di sekolah diminta untuk dilaporkan secara berkala. Termasuk di dalamnya perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di Ujungjaya. Dinas Sosial diminta mengumpulkan berbagai bukti kegiatan dari kepala sekolah serta melaporkan berbagai inovasi yang dilakukan.
Di sektor pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih. Koperasi tersebut diharapkan dapat berperan sebagai pemasok bahan pangan bagi program MBG sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memberikan kemudahan perizinan usaha melalui regulasi serta sistem aplikasi perizinan yang telah dikembangkan.
Sekda menekankan bahwa seluruh perangkat daerah perlu meningkatkan koordinasi serta menyampaikan berbagai inovasi yang telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan PSN. Hal tersebut penting agar laporan yang disampaikan dapat menggambarkan secara nyata berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap seluruh pelaksanaan PSN di daerah dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program-program tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola dan memanfaatkan anggaran negara secara transparan dan akuntabel. (****)












