Prof Adang Jumhur Salikin Dilantik Jadi Rektor IAI Nusintama

SAE/PESANJABAR
IAI Nusintama Majalengka resmi hadir sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi keagamaan di Kabupaten Majalengka. Dipimpin Prof. Dr. H. Adang Jumhur Salikin, kampus ini membuka empat program studi dan kelas nonreguler untuk masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan sambil bekerja.

MAJALENGKA.pesanjabar.comInstitut Agama Islam Nusintama (IAI Nusintama) Majalengka resmi memulai operasional pada tahun akademik 2026/2027 setelah pelantikan Rektor dan jajaran pengelola kampus oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Sindang Kasih Majalengka, Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag., di aula kampus setempat, Jumat (11/09/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan IAI Nusintama di Kabupaten Majalengka. Prosesi turut disaksikan sejumlah tamu undangan dari unsur pimpinan Universitas Sindang Kasih Majalengka.

Prof. Dr. H. Adang Jumhur Salikin, M.Ag., dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon dipercaya memimpin IAI Nusintama Majalengka sebagai rektor.

Kepala Biro Akademik, Keuangan, Umum, dan Kepegawaian IAI Nusintama Majalengka, Herman Beni, MA., mengatakan pelantikan jajaran pengelola menjadi salah satu momentum penting bagi kampus dalam memulai kegiatan akademiknya.

Menurutnya, IAI Nusintama hadir dengan empat program studi, yakni Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Manajemen Haji dan Umrah (MHU), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

“Alhamdulillah mulai tahun ini kami sudah dapat menerima mahasiswa baru IAI Nusintama yang merupakan salah satu kampus keagamaan di Majalengka. Kami memiliki empat program studi yang lulusannya banyak dibutuhkan masyarakat seperti PGMI, PIAUD, BKPI, dan MHU,” ujar Herman Beni.

Ia menjelaskan, kehadiran IAI Nusintama juga diarahkan untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Majalengka yang telah bekerja, termasuk mereka yang bekerja di sektor industri.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, kampus menyediakan kelas nonreguler sehingga masyarakat dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

“Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat luas yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi sambil bekerja di berbagai sektor seperti pabrik karena daerah ini kan banyak berdiri pabrik,” katanya.

Herman berharap, pola pendidikan tersebut dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus mempersiapkan pilihan profesi setelah menyelesaikan pekerjaan di sektor industri.

Laman: 1 2

Exit mobile version