Dalam keterangannya, Destry menyampaikan bahwa Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi. Ia juga menegaskan Bank Indonesia akan tetap menjalankan seluruh tugas dan kewenangannya untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi selama masa transisi kepemimpinan.
Menteri Sekretaris Negara juga memastikan Presiden belum menetapkan calon Gubernur BI definitif. Pemerintah akan menjalankan seluruh proses pengisian jabatan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi perhatian pelaku pasar. Sejumlah analis menilai pergantian mendadak di pucuk pimpinan Bank Indonesia berpotensi memicu ketidakpastian jangka pendek terhadap pasar keuangan, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah dan arah kebijakan suku bunga BI Rate. Namun, rekam jejak Destry Damayanti sebagai ekonom dan pejabat senior BI dinilai mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter selama masa transisi.
Pelaku pasar kini menantikan proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif, sekaligus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global. (**)







